Kita
Aku tak pernah tahu siapa aku bagimu.
Aku tak pernah tahu pentingkah aku bagimu.
Aku tak pernah berusaha mengungkap kegelisahan.
Begitu...
Aku tak pernah tahu apa arti hubungan ini.
Aku memang tak pernah bisa selalu berada bersamamu.
Aku tak pernah bisa berjanji untuk selalu berada disampingmu.
Diantara ketidaktahuanku, aku hanya mengerti satu hal.
Aku hanya tahu, bahwa suatu hubungan ini harus dipertahankan.
Lebih dari setengah umurku. Lebih dari setengah umurmu.
Selama itu kita mengenal.
Selama itu aku berusaha menjadi yang terbaik.
Selama itu aku mencoba mengerti setiap permasalahanmu.
Perasaan rindu yang tak pernah tersampaikan nilai pesannya.
Perasaan cemas yang tak pernah tepat ditafsirkan.
Perasaan takut kehilangan yang tak pernah kau sadari.
Kau tak pernah peduli.
Sempat terucap kata "jangan berubah".
Sempat terbesit pikiran untuk tidak saling melupakan.
Sempat pula berjanji untuk selalu bersama.
Perlahan semua itu memudar.
Bahkan....hanya untuk menyapa dan menanyakan kabarmu.
Perlahan kaupun menghilang.
Adakah aku berbuat salah padamu?
Adakah aku mengecewakanmu?
Sebegitu tidak nyamannya kau bersamaku?
Hanya untuk menanyakannya, aku takut.
Takut kau hanya menganggapku terbawa perasaan.
Takut jika aku memang bukan sesuatu yang penting bagimu.
Takut kau semakin menjauh.
Takut untuk semakin kehilanganmu.
Lebih baik aku terdiam.
Kini kusadari,
Lama hubungan ini sama sekali tak menunjukkan kedalaman dari artinya.
---
Salam,
Sahabat yang selalu mempertanyakan keberadaannya diantara kalian.
Semoga lima belas tahun pertemanan ini tak sia-sia.
Aku rindu kamu, kalian, kita :)
Aku tak pernah tahu pentingkah aku bagimu.
Aku tak pernah berusaha mengungkap kegelisahan.
Begitu...
Aku tak pernah tahu apa arti hubungan ini.
Aku memang tak pernah bisa selalu berada bersamamu.
Aku tak pernah bisa berjanji untuk selalu berada disampingmu.
Diantara ketidaktahuanku, aku hanya mengerti satu hal.
Aku hanya tahu, bahwa suatu hubungan ini harus dipertahankan.
Lebih dari setengah umurku. Lebih dari setengah umurmu.
Selama itu kita mengenal.
Selama itu aku berusaha menjadi yang terbaik.
Selama itu aku mencoba mengerti setiap permasalahanmu.
Perasaan rindu yang tak pernah tersampaikan nilai pesannya.
Perasaan cemas yang tak pernah tepat ditafsirkan.
Perasaan takut kehilangan yang tak pernah kau sadari.
Kau tak pernah peduli.
Sempat terucap kata "jangan berubah".
Sempat terbesit pikiran untuk tidak saling melupakan.
Sempat pula berjanji untuk selalu bersama.
Perlahan semua itu memudar.
Bahkan....hanya untuk menyapa dan menanyakan kabarmu.
Perlahan kaupun menghilang.
Adakah aku berbuat salah padamu?
Adakah aku mengecewakanmu?
Sebegitu tidak nyamannya kau bersamaku?
Hanya untuk menanyakannya, aku takut.
Takut kau hanya menganggapku terbawa perasaan.
Takut jika aku memang bukan sesuatu yang penting bagimu.
Takut kau semakin menjauh.
Takut untuk semakin kehilanganmu.
Lebih baik aku terdiam.
Kini kusadari,
Lama hubungan ini sama sekali tak menunjukkan kedalaman dari artinya.
---
Salam,
Sahabat yang selalu mempertanyakan keberadaannya diantara kalian.
Semoga lima belas tahun pertemanan ini tak sia-sia.
Aku rindu kamu, kalian, kita :)
Comments
Post a Comment